Muara Wahau Rancang Ruang Publik untuk Satukan Wisata, Adat dan Aktivitas Desa

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemerintah Desa Muara Wahau mulai melihat pengembangan ruang publik sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas sosial sekaligus membuka potensi wisata desa. Konsep tersebut diarahkan dengan menghubungkan ruang publik, tradisi adat dan aktivitas pemerintahan.
Kepala Desa Muara Wahau, Supiansyah Gazali, mengatakan pengembangan wisata tidak harus selalu berada di lokasi yang jauh dari pusat permukiman. Menurutnya, pusat desa juga dapat dikembangkan menjadi ruang yang memiliki daya tarik bagi masyarakat.
“Kita ingin wisata itu ada di dalam desa. Kemudian bisa menyatukan adat, pemerintahan desa dan aktivitas masyarakat,” ujar Supiansyah.
Salah satu langkah yang telah dilakukan ialah membangun alun-alun di kawasan RT 4 yang berada di pusat desa. Ruang tersebut diharapkan menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat sekaligus bagian dari penataan pusat aktivitas desa.
Supiansyah mengatakan, dalam jangka panjang pemerintah desa juga memiliki gagasan mengembangkan alun-alun di sekitar kawasan kantor camat agar aktivitas masyarakat dapat semakin terpusat.
“Kita ingin ada titik keramaian yang bisa menjadi tempat masyarakat berkumpul, termasuk mendukung kegiatan UMKM,” katanya.
Selain alun-alun, pemerintah desa juga melakukan pembenahan fasilitas olahraga. Gedung bulu tangkis yang sebelumnya hanya memiliki satu lapangan tengah direhabilitasi dan direncanakan memiliki tiga lapangan.
Pengembangan ruang publik tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran. Pemerintah desa berharap fasilitas yang dibangun dapat menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus memperkuat identitas dan aktivitas Desa Muara Wahau.
Keberadaan ruang publik juga diharapkan memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka, sehingga aktivitas masyarakat dapat berkembang sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar secara bertahap dan berkelanjutan. (Adv/Kominfo)



