ADVAdvetorial

Disperindag Kutim Ingin Libatkan Akademisi dalam Kajian Industri

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuka peluang kolaborasi dengan kalangan akademisi dalam menyusun kajian pengembangan industri di daerah.

Melalui Kepala Bidang Industri Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan keterlibatan akademisi dibutuhkan untuk menghasilkan kajian yang lebih objektif dan berbasis data.

Menurutnya, pengembangan industri tidak dapat hanya mengandalkan perkiraan pemerintah. Setiap rencana perlu didukung penelitian mengenai potensi bahan baku, teknologi, lokasi, kebutuhan produksi hingga peluang pasar.

“Kita ingin ada kajian. Akademisi juga bisa dilibatkan supaya hasilnya lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Dony.

Kajian tersebut menjadi penting terutama dalam rencana pengembangan Rumah Produksi Bersama (RPB). Pemerintah telah melakukan pemetaan awal terhadap sejumlah komoditas, tetapi penentuan lokasi dan fasilitas masih memerlukan analisis lebih lanjut.

Gula aren dipetakan di Teluk Pandan, serat nanas di Batu Ampar, sedangkan kakao masih dipertimbangkan antara Karangan dan Kobun. Untuk pisang, wilayah Kaliorang menjadi salah satu lokasi yang dipetakan.

Dony menegaskan, seluruh pemetaan tersebut belum berarti keputusan pembangunan sudah final. Pemerintah masih harus menghitung efisiensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Ia menilai kerja sama antara pemerintah dan akademisi dapat membantu menjawab persoalan teknis yang sering muncul dalam pengembangan industri.

“Kalau sudah ada kajiannya, kita lebih mudah menentukan apa yang harus dibangun dan bantuan apa yang memang dibutuhkan,” katanya.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat implementasi kebijakan industri daerah. RPIK Kutim 2025–2045 yang telah disetujui DPRD pada Mei 2026 memberikan arah jangka panjang bagi pembangunan sektor industri.

Dengan kajian yang lebih kuat, Disperindag berharap program pengembangan industri tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik, tetapi mampu membentuk ekosistem produksi yang berjalan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (Adv/Kominfo)

Redaksi

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button