Hilirisasi Jadi Fokus Bidang Industri, Empat Komoditas Kutim Mulai Dipetakan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong pengembangan industri berbasis potensi lokal. Melalui Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), sejumlah komoditas mulai dipetakan untuk diarahkan ke proses hilirisasi sehingga tidak hanya berhenti sebagai produk mentah.
Kepala Bidang Industri Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan pengembangan industri menjadi salah satu fokus yang sedang didorong pihaknya. Menurutnya, potensi yang dimiliki setiap kecamatan perlu dikembangkan dengan pendekatan yang sesuai karakteristik wilayah.
“Fokus kami lebih kepada bagaimana produk yang ada di kecamatan itu bisa dikembangkan industrinya. Jadi bukan hanya menghasilkan bahan baku, tetapi bagaimana ada nilai tambahnya,” ujar Dony.
Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain gula aren, nanas, kakao dan pisang. Keempat komoditas tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pengolahan yang lebih terarah.
Untuk gula aren, pemetaan awal mengarah ke Kecamatan Teluk Pandan. Sementara pengembangan serat nanas diarahkan ke Batu Ampar. Komoditas kakao masih dikaji antara wilayah Karangan dan Kobun dengan mempertimbangkan efisiensi. Adapun pisang dipetakan di Kecamatan Kaliorang.
Dony menegaskan, pemetaan tersebut masih menjadi bagian dari proses perencanaan. Pemerintah tidak ingin pembangunan sarana industri dilakukan tanpa mengetahui kebutuhan riil di lapangan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi Kutim. Pemerintah daerah sebelumnya telah menempatkan RPIK 2025–2045 sebagai salah satu dasar pengembangan sektor industri daerah. Raperda RPIK tersebut telah disetujui DPRD Kutim pada Mei 2026.
Menurut Dony, hilirisasi diharapkan mampu membuat produk lokal memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat.
“Potensi kita banyak. Tinggal bagaimana mengolahnya supaya mempunyai nilai tambah dan bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat,” katanya. (Adv/Kominfo)



