Muara Wahau Buka Ruang bagi UMKM Lewat Pengembangan Titik Keramaian Desa

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemerintah Desa Muara Wahau melihat pengembangan ruang publik sebagai salah satu peluang untuk memperluas aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Kepala Desa Muara Wahau, Supiansyah Gazali, mengatakan aktivitas UMKM di wilayahnya saat ini masih banyak muncul ketika terdapat kegiatan atau acara tertentu. Pelaku usaha biasanya memanfaatkan fasilitas yang disediakan panitia untuk berjualan.
“UMKM kita masih banyak yang sifatnya dadakan. Kalau ada kegiatan, biasanya kita siapkan tenda, kemudian mereka ikut berjualan,” ujar Supiansyah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah desa mendorong hadirnya titik-titik keramaian yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas. Alun-alun dan fasilitas olahraga menjadi bagian dari konsep ruang publik yang tengah dikembangkan.
Menurut Supiansyah, ruang publik yang ramai dapat memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mengenalkan produk sekaligus memperoleh pasar dari aktivitas masyarakat.
“Ke depan kita ingin ada tempat yang bisa menjadi titik keramaian. Jadi bukan hanya untuk berkumpul, tetapi juga bisa dimanfaatkan UMKM,” katanya.
Pemerintah desa telah membangun alun-alun di kawasan RT 4 sebagai salah satu ruang publik di pusat desa. Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penataan fasilitas pemerintahan dan olahraga.
Supiansyah menambahkan, pengembangan ruang publik dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran desa. Pemerintah desa berupaya agar fasilitas yang dibangun dapat memiliki manfaat bagi berbagai kelompok masyarakat.
Dengan konsep tersebut, ruang publik diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas sosial, tetapi turut membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat Desa Muara Wahau. (Adv/Kominfo)



