Kutim Masih Menunggu Dana Kurang Salur, Bupati Harap Cair Tiga Bulan Terakhir

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menantikan penyaluran dana dari pemerintah pusat yang belum seluruhnya diterima daerah. Dana kurang salur tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada tiga bulan terakhir 2026 untuk memperkuat kemampuan anggaran daerah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, penyaluran anggaran dari pemerintah pusat kepada daerah dapat dilakukan secara bertahap. Karena itu, Pemkab Kutim masih memberikan ruang waktu hingga akhir tahun untuk menunggu realisasi dana tersebut.
“Karena memang di kementerian itu kadang kala mereka bertahap. Sampai kita tunggu nanti sampai Desember,” ujar Ardiansyah.
Ia menyebut pemerintah daerah memperoleh informasi mengenai kemungkinan adanya penyaluran anggaran dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemkab Kutim dalam menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
“Ada informasi mudah-mudahan dalam tiga bulan ini akan masuk,” katanya.
Menurut Ardiansyah, kepastian mengenai dana kurang salur menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pemerintah dalam menentukan ruang gerak anggaran. Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan daerah untuk mempertahankan maupun kembali menjalankan sejumlah program yang sebelumnya harus disesuaikan.
Pemkab Kutim juga terus melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terkait kondisi fiskal daerah.
“Kita berharap ini bisa ada di tiga bulan terakhir ini,” ujarnya.
Ardiansyah berharap transfer ke daerah yang kurang salur dapat segera disampaikan kembali kepada Kutim. Dengan demikian, tambahan penerimaan tersebut dapat mendukung pelaksanaan program pemerintah hingga akhir tahun anggaran.
Pemerintah daerah kini masih menunggu kepastian realisasi penyaluran tersebut sembari melanjutkan proses APBD-P perubahan 2026. (Adv/Kominfo)



