Perubahan APBD Jadi Momentum Kutim Kembalikan Program yang Sempat Tergeser

JEJAKHATULISTIWA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berharap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026 dapat menjadi ruang untuk mengembalikan sejumlah program yang sebelumnya harus disesuaikan akibat kondisi kemampuan anggaran.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya melakukan pergeseran anggaran karena harus menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi keuangan yang tersedia.
Kondisi tersebut membuat beberapa program yang telah disiapkan belum dapat dilaksanakan sesuai rencana awal. Melalui perubahan APBD, Pemkab Kutim kembali berupaya menyesuaikan anggaran agar program tersebut dapat berjalan.
“Yang tidak kalah penting adalah kita berharap dengan perlakuan anggaran sementara yang kita siapkan perubahannya ini mampu mendongkrak kembali program-program yang kemarin pada saat pergeseran itu kita tidak mampu menyesuaikan dengan program yang sudah kita siapkan,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, perubahan APBD menjadi bagian dari upaya pemerintah menata kembali kemampuan anggaran sesuai perkembangan penerimaan daerah.
Ia berharap tambahan anggaran yang sedang dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi maupun Kementerian Keuangan dapat memberikan ruang fiskal bagi Kutim.
Dengan adanya ruang tersebut, sejumlah program yang sebelumnya terdampak pergeseran diharapkan dapat kembali dilaksanakan secara bertahap.
“Sehingga dengan perubahan ini kita bisa kembali melaksanakan program itu dengan baik,” katanya.
Ardiansyah menyebut kebutuhan anggaran daerah terus menjadi perhatian pemerintah. Komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dilakukan untuk memastikan peluang tambahan penerimaan dapat mendukung proses perubahan APBD.
Pemkab Kutim menargetkan pembahasan perubahan anggaran dapat dituntaskan pada September 2026. Pemerintah berharap hasil perubahan tersebut mampu menyesuaikan kebutuhan anggaran sekaligus menjaga keberlanjutan program pembangunan daerah. (Adv/Kominfo)



