GSMS Kutim Berujung Panggung Karya untuk Tampilkan Kreativitas Pelajar

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dirancang tidak berhenti pada proses pembelajaran seni di sekolah. Para pelajar nantinya juga mendapat kesempatan menampilkan hasil karya mereka.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Ilham, mengatakan proses pembelajaran GSMS direncanakan berlangsung selama enam bulan.
“Setelah enam bulan, nanti ada unjuk karya atau panggung karya. Jadi apa yang sudah dipelajari anak-anak bisa ditampilkan,” ujar Ilham.
Ia menjelaskan, bentuk unjuk karya menyesuaikan bidang seni yang dipelajari masing-masing sekolah.
Siswa yang mengikuti fotografi, misalnya, dapat memamerkan hasil karya mereka. Sementara siswa yang belajar tari atau drama dapat menampilkan pertunjukan.
“Kalau fotografi, hasilnya bisa dipamerkan. Kalau tari, ya mereka tampil. Begitu juga kalau teater atau musik,” katanya.
Menurut Ilham, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun sanggar seni di lingkungan sekolah.
Dengan adanya sanggar, aktivitas seni diharapkan dapat terus berlangsung meskipun masa pendampingan dalam program GSMS telah selesai.
Pemerintah daerah juga dapat memberikan dukungan berupa peralatan sesuai dengan bidang seni yang dikembangkan.
“Kalau sekolah mengembangkan Jepen, bisa didukung alat musiknya. Kalau tari bisa kebutuhan kostum, dan kalau teater tentu peralatan teater,” jelasnya.
Ilham mengatakan luasnya pelaksanaan program akan sangat bergantung pada dukungan pemerintah serta ketersediaan seniman.
“Semakin banyak dukungan, semakin banyak sekolah yang bisa kita dorong. Tetapi kita juga harus melihat ketersediaan maestro,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, GSMS diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar sekaligus menunjukkan kreativitas mereka melalui karya seni. (Adv/Kominfo)



