Kantor Terbakar Jadi Kendala Pelayanan, Muara Wahau Kejar Penyelesaian Gedung Desa

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemulihan fasilitas pemerintahan menjadi pekerjaan penting Pemerintah Desa Muara Wahau setelah kantor desa mengalami kebakaran pada 2024. Keterbatasan tempat pelayanan menjadi salah satu kendala yang perlu segera diselesaikan.
Kepala Desa Muara Wahau, Supiansyah Gazali, mengatakan pembangunan kembali kantor desa terus dipercepat agar pelayanan administrasi masyarakat dapat kembali berlangsung dengan fasilitas yang lebih memadai.
“Yang menjadi kendala sekarang lebih kepada tempat untuk pelayanan. Karena kantor desa sebelumnya terbakar,” ujar Supiansyah.
Menurutnya, keberadaan kantor desa bukan hanya sebagai pusat kegiatan pemerintahan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat memperoleh berbagai pelayanan administrasi.
Karena itu, pemerintah desa menargetkan pembangunan kantor dapat segera dituntaskan. Supiansyah menyebut penyelesaian bangunan ditargetkan sekitar satu bulan.
“Kita percepat supaya kurang lebih satu bulan bisa selesai dan pelayanan masyarakat bisa lebih nyaman,” katanya.
Selain kantor desa, pemerintah juga mendorong pembangunan fasilitas publik lainnya secara bertahap. Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Supiansyah mengatakan percepatan pembangunan fasilitas pelayanan menjadi bagian dari penataan kembali aktivitas pemerintahan desa setelah terdampak kebakaran.
Ia berharap setelah fasilitas selesai, pelayanan masyarakat dapat berlangsung lebih optimal dan aktivitas pemerintahan desa memiliki tempat yang lebih representatif.
Pemulihan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah desa untuk menata fasilitas pelayanan agar dapat menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Penataan juga diharapkan menciptakan ruang pelayanan yang lebih nyaman bagi warga ketika mengurus berbagai keperluan administrasi dan mendapatkan layanan pemerintahan desa. (Adv/Kominfo)



