ADVAdvetorial

Tutup Erau Adat Pelas Benua 2026, Ardiansyah Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Kutim. Menurutnya, kemajuan pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya merawat warisan leluhur agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah saat menutup Erau Adat Pelas Benua Kutim Tahun 2026 bertema “Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya” di Rumah Adat Kutai, Jalan Ring Road, Desa Sangatta Utara, Selasa (13/10/2026).

Ardiansyah menegaskan, Erau Adat Pelas Benua tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kebersamaan, serta menghormati nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.

“Melalui tema Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya, kita diingatkan bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya. Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mengenal, mencintai, dan melestarikan bahasa daerah, kesenian, serta tradisi leluhur,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan pelestarian budaya dengan momentum Hari Jadi ke-27 Kutim. Pembangunan daerah, kata dia, perlu diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera tanpa melupakan akar sejarah serta kebudayaan yang menjadi jati diri daerah.

Karena itu, Ardiansyah mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gotong royong, menjaga persatuan, serta memelihara keamanan dan keharmonisan di tengah keberagaman. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, para pemangku adat, panitia, pelaku seni budaya, dan masyarakat yang berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Semoga kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan ini terus terpelihara dan membawa manfaat bagi masyarakat Kutim,” tuturnya.

Sementara itu, sambutan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang dibacakan Sekretaris Keraton, Hazli Azhari Hasibuan, bergelar Pangeran Satya Yaksa, menekankan bahwa Erau Adat Pelas Benua mengandung nilai gotong royong, persaudaraan, kebersamaan, rasa syukur, serta harapan akan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pihak Kesultanan juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kutim, para pemangku adat, panitia, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Generasi muda hendaknya senantiasa mengenal, mencintai, dan melestarikan adat serta budaya daerah. Kemajuan zaman dan teknologi jangan sampai membuat kita melupakan jati diri dan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” demikian pesan Sultan dalam sambutan yang dibacakan.

Kesultanan turut berharap kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar tradisi tetap terjaga dan menjadi bagian dari pembangunan daerah.

Penutupan Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026 turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Trisno, para kepala perangkat daerah, pemangku adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan perusahaan.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan penampilan tari tradisional Jepen dan tarian Jepen bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.

Melalui penyelenggaraan Erau Adat Pelas Benua, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kutim di tengah perkembangan zaman. (Adv/Kominfo)

Redaksi

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button