Harga Cabai Mulai Bergerak, Pasokan Luar Daerah Jadi Penahan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Harga cabai di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan pergerakan, meski kenaikannya belum tergolong signifikan. Kondisi pasokan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan harga komoditas tersebut di pasar.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Pratama Erwin Harianto, mengatakan harga cabai secara umum masih dalam kondisi normal meski terdapat kenaikan tipis.
“Perubahannya ada, tetapi masih kecil. Jadi belum sampai pada kondisi kenaikan yang langsung berdampak besar terhadap harga pasar,” jelas Pratama.
Menurutnya, pergerakan harga cabai juga berkaitan dengan ketersediaan hasil panen petani lokal. Ketika produksi lokal tersedia, pasokan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar.
Namun, pasokan dari luar daerah juga memiliki peran dalam menjaga ketersediaan komoditas. Masuknya cabai dari daerah lain dapat membantu menambah stok ketika produksi lokal belum mencukupi kebutuhan.
Pratama menyebut harga cabai dari petani lokal juga dapat memiliki perbedaan dengan komoditas yang datang dari luar daerah. Karena itu, kondisi pasokan menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan dalam pengawasan perdagangan.
“Pasokan dari luar ikut membantu menjaga barang tetap tersedia. Ketika suplai cukup, tekanan terhadap harga juga bisa lebih terkendali,” ujarnya.
Disperindag akan terus memantau perkembangan harga cabai bersama komoditas pangan lainnya. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui apabila terjadi perubahan yang lebih besar akibat berkurangnya pasokan atau meningkatnya permintaan masyarakat.
Kondisi tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan di Kutim, terutama menghadapi perubahan produksi dan distribusi antardaerah. (Adv/Kominfo)



