Anak Tak Ditemukan hingga Data Ganda, Verifikasi ATS Kutim Buka Banyak Temuan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemeriksaan lapangan terhadap data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai membuka sejumlah persoalan yang sebelumnya tersembunyi dalam data administratif.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF), Heri Purwanto, mengatakan operator menemukan beberapa data yang tidak sesuai ketika dilakukan pengecekan langsung.
“Banyak ditemukan data-data yang tidak sesuai. Artinya data itu tidak ada setelah diverifikasi di lapangan,” ungkap Heri.
Dalam pemeriksaan tersebut terdapat anak yang tidak ditemukan di alamat yang tercatat. Ada pula anak yang ternyata masih aktif bersekolah, tetapi sekolahnya berada di luar Kutim.
Persoalan lain berkaitan dengan identitas. Sejumlah data menunjukkan satu anak tercatat lebih dari sekali. Bahkan ditemukan kasus satu anak memiliki dua hingga empat NIK.
Temuan tersebut kemudian menjadi bahan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. Operator tidak langsung menghapus atau mengubah data sebelum statusnya dipastikan.
Proses verifikasi juga membedakan kondisi pendidikan anak. Data mencakup anak yang belum pernah bersekolah, anak putus sekolah atau drop out, serta anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan.
Masing-masing kategori memiliki proses pemeriksaan berbeda. Data belum pernah bersekolah diverifikasi operator desa, sedangkan data drop out dan lulus tidak melanjutkan diverifikasi operator sekolah.
Heri menilai proses tersebut akan membantu memperjelas angka ATS Kutim.
Data yang sudah terbukti tidak sesuai nantinya dikeluarkan dari gambaran jumlah sebenarnya.
“Realnya itu akan kelihatan setelah selesai diverifikasi, validasi semuanya,” kata Heri.
Pekerjaan operator masih berlangsung untuk memastikan setiap data mendapatkan status yang sesuai kondisi lapangan. (Adv/Kominfo)



