Peternakan Ayam Petelur Jadi Sarana Belajar Usaha Warga

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Program peternakan ayam petelur di Desa Diaq Lay, Kecamatan Wahau, diarahkan bukan sekadar menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana masyarakat belajar mengelola usaha secara mandiri.
Kepala Desa Diaq Lay, Yunta Herlambang, mengatakan program tersebut telah berjalan sekitar dua tahun dan menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan melalui Dana Desa.
“Yang kami bangun bukan hanya produksi telurnya, tetapi kemampuan masyarakat mengelola usaha. Mereka belajar manajemen, tanggung jawab dan bagaimana mempertahankan sebuah kegiatan produktif,” kata Yunta.
Memasuki akhir masa produksi ayam, pemerintah desa tetap berupaya agar pengalaman yang telah diperoleh masyarakat tidak berhenti begitu saja.
Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui pelatihan bersama dosen Universitas Mulawarman pada 25 September 2026. Materinya meliputi pengelolaan kandang, manajemen telur, pemasaran hingga alternatif pakan.
Menurut Yunta, pengetahuan tersebut penting karena tantangan usaha peternakan tidak hanya berada pada proses produksi.
“Kalau masyarakat sudah memahami manajemen, mereka akan lebih siap ketika mengembangkan usaha lain. Jadi pengalaman ini menjadi modal,” ujarnya.
Ia mengakui harga telur yang belum stabil menjadi tantangan bagi keberlanjutan usaha. Namun pemerintah desa tetap melihat kegiatan tersebut sebagai proses pemberdayaan masyarakat.
“Keuntungan finansial bukan satu-satunya ukuran. Kemampuan masyarakat mengelola usaha dengan bertanggung jawab juga merupakan hasil yang penting,” katanya.
Pengalaman selama menjalankan program tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa untuk melihat peluang pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat lainnya. Evaluasi mencakup pengelolaan usaha, kemampuan kelompok, pemasaran produk, serta kesiapan masyarakat melanjutkan kegiatan secara mandiri.
Dengan demikian, program peternakan tidak hanya memberikan pengalaman produksi, tetapi juga mendorong terbentuknya keterampilan usaha yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan produktif lainnya di masa mendatang. (Adv/Kominfo)



