Anyaman Perempuan Jadi Produk Lokal yang Masih Bertahan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Kerajinan anyaman masih menjadi salah satu aktivitas ekonomi kreatif yang bertahan di Desa Diaq Lay, Kecamatan Wahau. Produk tersebut dikerjakan masyarakat secara rumahan dengan menyesuaikan permintaan pasar.
Kepala Desa Diaq Lay, Yunta Herlambang, mengatakan usaha kreatif masyarakat masih menghadapi tantangan dalam pengembangan pasar. Namun kerajinan yang dikerjakan kaum perempuan relatif mampu bertahan.
“Yang masih berjalan adalah ibu-ibu yang membuat anyaman. Ada yang menghasilkan anjat dan tas, kemudian mereka pasarkan sendiri,” ujar Yunta.
Menurutnya, pola produksi saat ini masih sederhana. Produk biasanya dibuat ketika terdapat pesanan atau pembeli yang berminat.
Kondisi tersebut membuat kerajinan belum berkembang menjadi usaha dengan skala produksi besar maupun memiliki tempat pemasaran khusus.
Yunta mengatakan pemerintah desa pernah mendorong masyarakat mengembangkan usaha kreatif, tetapi minat terhadap usaha dengan keuntungan relatif kecil masih terbatas.
“Untuk usaha kecil, masyarakat belum banyak yang berpikir ke arah pengembangan karena pasar juga menjadi tantangan. Mereka lebih nyaman membuat ketika ada pesanan,” katanya.
Meski demikian, ia melihat kerajinan tersebut tetap memiliki peluang untuk dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan, terutama dalam pemasaran dan peningkatan nilai produk.
Menurut Yunta, pengembangan ekonomi kreatif di desa tidak harus dilakukan secara langsung dalam skala besar. Yang terpenting adalah menciptakan kegiatan produktif yang sesuai dengan kemampuan masyarakat dan memiliki pasar yang jelas.
Selain pemasaran, peningkatan kualitas produk juga dapat menjadi perhatian agar kerajinan memiliki daya tarik lebih luas. Pengemasan yang baik dan pengenalan produk melalui berbagai saluran pemasaran dapat membantu perajin menjangkau calon pembeli di luar lingkungan desa.
Dengan pengembangan yang dilakukan secara bertahap, kerajinan anyaman diharapkan tetap menjadi salah satu aktivitas produktif masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga di Desa Diaq Lay. (Adv/Kominfo)



