Delapan Pamong Budaya Kutim Disiapkan Jadi Penggerak Pengembangan Kebudayaan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong optimalisasi peran Pamong Budaya dalam mendukung pengembangan kebudayaan daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan saat ini terdapat delapan Pamong Budaya yang seluruhnya berada dalam jabatan fungsional aparatur sipil negara (ASN).
Keberadaan mereka diharapkan tidak hanya mengisi kebutuhan organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan kebudayaan di Kutim.
“Pamong Budaya ini memang kita harapkan bisa membantu pemerintah dalam pengembangan kebudayaan,” kata Ilham.
Ia menjelaskan, ruang tugas Pamong Budaya berkaitan dengan berbagai aspek kebudayaan yang masuk dalam 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).
Mulai dari kegiatan pembinaan hingga pendampingan terhadap pelaku dan lembaga kebudayaan menjadi bagian yang diharapkan dapat diperkuat.
Menurut Ilham, keberadaan delapan Pamong Budaya merupakan potensi sumber daya manusia yang perlu dimanfaatkan secara optimal.
“Harapannya mereka bisa menjalankan fungsi kepamongan dengan baik dan memberikan pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan kebudayaan yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap para Pamong Budaya dapat hadir sebagai penghubung antara pemerintah dengan pelaku seni, komunitas serta masyarakat yang menjalankan aktivitas kebudayaan.
Dengan begitu, pembinaan kebudayaan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga dapat menyentuh berbagai kegiatan yang tumbuh dari masyarakat.
Ilham menilai optimalisasi peran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan kebudayaan Kutim secara berkelanjutan.
Selain itu, penguatan kapasitas Pamong Budaya diharapkan dapat mendukung pemetaan potensi kebudayaan daerah, sehingga berbagai kekayaan budaya lokal dapat terus dikembangkan, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Adv/Kominfo)



