ADVAdvetorial

Kutim Siapkan Kerja Sama Antardaerah untuk Antisipasi Kelangkaan Pangan

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan skema kerja sama antardaerah sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan komoditas pangan.

Program tersebut menjadi salah satu agenda yang belum dilaksanakan dan direncanakan mulai berjalan pada Oktober. Konsepnya dengan membangun hubungan pasokan bersama daerah yang memiliki produksi komoditas tertentu.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Pratama Erwin Harianto, menjelaskan kerja sama tersebut memungkinkan Kutim mendapatkan pasokan langsung dari daerah sentra produksi ketika terjadi kekurangan barang.

“Konsepnya kita menjalin kerja sama dengan daerah yang menjadi penghasil utama komoditas. Jadi ketika kebutuhan di Kutim tidak mencukupi, pasokan dapat diarahkan dari daerah tersebut,” jelas Pratama.

Ia mencontohkan Brebes yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas seperti cabai. Kerja sama serupa dapat dikembangkan untuk komoditas lain yang dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, pola tersebut penting untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mengantisipasi gejolak harga ketika terjadi kekurangan produksi di daerah.

Kerja sama antardaerah juga diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi karena pemerintah memiliki jalur alternatif untuk memperoleh komoditas ketika pasokan lokal mengalami keterbatasan.

Langkah ini juga diharapkan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam memantau distribusi, ketersediaan, dan perkembangan harga komoditas pangan di Kutim. Dengan demikian, potensi gangguan pasokan dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti melalui langkah koordinasi bersama.

“Daerah sentra memiliki produksi yang lebih kuat. Dengan adanya kerja sama, kita punya sumber pasokan yang bisa diandalkan saat terjadi kekurangan,” katanya.

Program tersebut rencananya mulai direalisasikan pada Oktober. Pemerintah daerah akan menyesuaikan komoditas dan daerah yang menjadi mitra berdasarkan kebutuhan serta kondisi pasokan di Kutim. (Adv/Kominfo)

Redaksi

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button