ADVAdvetorial

Wanasari Bentuk MPA, Warga Disiapkan Jadi Mata Pertama Cegah Kebakaran

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai diperkuat dari lingkungan masyarakat. Desa tersebut membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) yang diarahkan menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus pencegahan kebakaran di wilayah desa.

Pembentukan MPA berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Wanasari, Jalan Tongkol RT 13. Kegiatan ini diikuti unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, Manggala Agni, Tokoh masyarakat, serta calon anggota MPA Rabu (30/9/2026).

Camat Muara Wahau yang diwakili Kasi Trantib, Agus, mengatakan pembentukan MPA menjadi langkah untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan dan lahan memiliki peran penting dalam mengenali potensi kebakaran sejak awal.

“Keberadaan MPA kami harapkan mampu menjadi penggerak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan. Ketika ada potensi kebakaran, informasi dapat diketahui dan ditindaklanjuti sedini mungkin,” kata Agus.

Ia menjelaskan, peran MPA tidak berhenti pada penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan justru harus menjadi perhatian utama, terutama dengan meningkatkan kesadaran warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Yang paling utama adalah bagaimana kebakaran bisa dicegah. Anggota MPA diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat, termasuk mengingatkan lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda yang mengarah pada kebakaran,” ujarnya.

Agus juga menekankan perlunya kesiapan anggota MPA dalam menjalankan tugas di lapangan. Pembinaan dan peningkatan kapasitas diperlukan agar kelompok yang terbentuk tidak hanya memiliki struktur, tetapi memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi potensi karhutla.

“MPA perlu terus didukung dengan pembinaan dan peningkatan kemampuan. Dukungan sarana dan prasarana juga menjadi bagian yang tidak kalah penting agar masyarakat memiliki kesiapan ketika harus melakukan pencegahan maupun penanganan awal,” jelasnya.

Menurutnya, pengendalian karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah desa dan kecamatan, TNI-Polri, instansi terkait, dunia usaha serta masyarakat perlu memiliki koordinasi yang baik agar informasi mengenai potensi kebakaran dapat segera diteruskan dan ditindaklanjuti.

“Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang kita melakukan penanganan sebelum api berkembang. Karena itu, komunikasi antarunsur harus terus dibangun,” katanya.

Kepala Desa Wanasari Azharudin turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Babinsa Koramil 0909-03/Wahau Serma Suyandri, Bhabinkamtibmas Polsek Muara Wahau Aiptu Adi dan Sekretaris Daops Manggala Agni Andika.

Pembentukan MPA Wanasari diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan. Selain melindungi lahan dan permukiman, keberadaan kelompok tersebut diharapkan mampu membangun budaya pencegahan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut menjadi bagian dari sistem perlindungan desa dari ancaman karhutla. (Adv/Kominfo)

Redaksi

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button