Jejak Sejarah Karst Sangkulirang Mangkalihat Melahirkan Tujuh Cagar Budaya Kutim

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat kembali menunjukkan nilai pentingnya bagi sejarah dan kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sedikitnya tujuh objek telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim melalui Kepala Seksi (Kasi) Cagar Budaya, David Hernanda, mengatakan objek-objek tersebut sebagian besar ditemukan di kawasan karst yang berada di wilayah Sangkulirang.
“Yang sudah kita tetapkan ada tujuh objek. Temuan-temuan tersebut berkaitan dengan kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat dan sekarang statusnya sudah menjadi cagar budaya tingkat kabupaten,” jelas David.
Benda yang telah ditetapkan tersebut di antaranya berupa kendi, mangkuk, periuk dan tempayan.
Kendi ditemukan di Situs Keboboh, kawasan sub-Gunung Gergaji Sangkulirang. Benda tersebut kini menjadi bagian dari koleksi yang disimpan di Galeri Budaya.
Kemudian terdapat mangkuk yang ditemukan di Gua Unak, masih dalam kawasan Gunung Gergaji.
Sementara periuk ditemukan di Situs Liang John dan tempayan berasal dari Liang Karim.
Keberadaan benda-benda tersebut menjadi bagian dari catatan sejarah kebudayaan Kutim yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat.
David mengatakan penetapan tersebut juga menjadi bentuk perlindungan terhadap benda-benda yang memiliki nilai penting bagi sejarah daerah.
“Setelah ditetapkan, tentu bukan hanya statusnya yang berubah. Ada tanggung jawab untuk menjaga, melindungi dan memastikan benda-benda tersebut tetap bisa dipelajari oleh generasi berikutnya,” ujarnya.
Sebagian benda yang telah ditetapkan kini disimpan di Galeri Budaya agar lebih terjaga sekaligus dapat dikenalkan kepada masyarakat. (Adv/Kominfo)



