ADVAdvetorial

Tak Digaji, Operator Desa Tetap Bergerak Verifikasi Data ATS Kutim

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Di tengah pekerjaan memeriksa ribuan data Anak Tidak Sekolah (ATS), operator desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum mendapatkan honor khusus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF), Heri Purwanto, mengatakan para operator tersebut bekerja secara sukarela setelah ditunjuk oleh kepala desa.

“Kalau reward dalam bentuk honor tidak ada. Sementara mereka itu sukarela karena diangkat oleh kepala desa,” ujar Heri.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan dukungan dalam bentuk peningkatan kemampuan. Para operator sebelumnya telah mendapatkan bimbingan teknis mengenai tata cara membuka, memeriksa dan memvalidasi data ATS.

Dukungan lain dibahas bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutim. Dalam kegiatan pelatihan, DPMDes turut memberikan penjelasan terkait penggunaan dana desa untuk mendukung penanganan ATS.

Menurut Heri, persoalan honor tidak dapat diselesaikan melalui anggaran Disdikbud karena terdapat aturan yang menjadi pembatas.

Sebagai gantinya, pelatihan dan pendampingan menjadi bentuk dukungan yang dapat diberikan.

Pekerjaan operator sendiri dilakukan langsung di wilayah desa. Mereka harus memastikan apakah anak yang masuk daftar benar-benar tidak sekolah atau justru memiliki kondisi lain.

Tugas tersebut juga membutuhkan komunikasi dengan sekolah, keluarga maupun pihak lain apabila ditemukan data yang tidak sesuai.

Heri memberikan apresiasi terhadap operator yang tetap menjalankan pekerjaan tersebut.

“Kita bisa memberikan reward kepada mereka dalam bentuk bimbingan teknis, pelatihan dan sebagainya,” jelasnya.

Ia berharap dukungan pemerintah desa dapat terus diperkuat sehingga operator memiliki ruang untuk menyelesaikan pekerjaan hingga seluruh data ATS terverifikasi.

Bagi Disdikbud, keterlibatan operator desa menjadi salah satu bagian dari upaya memperbaiki kualitas data pendidikan Kutim. (Adv/Kominfo)

Redaksi

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button